Ads Top

Infrastruktur Wisata Religi Pamijahan Terabaikan



TASIKMALAYA, (PRLM).- Infrastruktur kawasan wisata religi Pamijahan di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, belum tertata dengan baik, padahal jumlah pengunjung domestik mencapai jutaan setiap tahunnya.

Menurut Anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Tasikmalaya, yang juga warga setempat, Hidayat Muslim, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai ratusan ribu orang ketika memasuki bulan maulid dalam kalender Islam, serta pada saat memasuki bulan suci Ramadan.

Namun, tidak jarang karena kondisi jalan masuk sempit, membuat lalu lintas macet sampai puluhan kilometer, karena banyak pengunjung yang datang menggunakan bus. Begitupun di area parkir yang sempit, membuat kendaraan parkir meluber sampai memenuhi badan jalan di pintu masuk. Keadaan itu diperparah dengan penataan pedagang kaki lima yang tidak teratur.

Menurut Hidayat Muslim, lebar badan jalan masuk ke sana hanya sekitar empat meter. Padahal di daerah tersebut banyak tikungan tajam, dan kalau berpapasan, salah satu pemakai jalan berhenti dahulu, atau mengalah untuk mundur sambil mencari tempat yang lebih lebar.

Semestinya jalan ke sana lebih lebar atau mesti lebih enam meter, sehingga mobil-mobil besar bisa leluasa masuk, dan masyarakat di sepanjang jalan tidak terganggu.

Bahkan tempat parkir mobil di pintu masuk juga mestinya sudah diperlebar, sehingga parkir tidak sampai menggunakan badan jalan. Menurut Hidayat, kondisi lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah tidak adanya seorang dokter di Puskesmas Pamijahan.

"Padahal pengunjung yang datang ratusan ribu itu bukan hanya dari pulau jawa saja, melainkan ada yang datang dari Jambi, Lampung, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain. Sering bila ada yang jatuh sakit, tidak bisa ditangani di sana dan akhirnya dibawa ke tempat lain yang jaraknya sangat jauh," kata Hidayat. (A-14/A-88)** Sumber

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.