Ads Top

Hari Tanpa BBM Bersubsidi Tidak Batal Tapi Ditunda


Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, program satu hari tanpa BBM subsidi tidak batal, namun ditunda. Pasalnya, masyarakat dinilai belum siap untuk melaksanakan program tersebut.

"Untuk saat ini, satu hari free BBM subsidi kita tunda dulu, bukan batal. Karena saat ini masyarakat kita belum siap, apalagi daerah-daerah infonya tidak tersosialisasi dengan baik, nanti bisa berdampak pada kerawanan sosial," kata Hatta di Jakarta, Rabu (28/11).

Dikatakan, yang paling ditakutkan pada saat masyarakat datang ke SPBU ternyata Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidinya tidak ada. "Itu tentunya tidak baik, oleh sebab itu, satu hari tanpa BBM Subsidi belum kita lakukan, tapi akan kita bahas segera," ujarnya.

Namun, Hatta menyatakan, masyarakat harus disadarkan akan perlunya dilakukan penghematan karena bagaimanapun juga, keuangan negara bukan tidak terbatas. "Nah, jika ternyata yang menggerogoti itu ternyata mobil-mobil mewah yang menggunakan BBM bersubsidi, itu sungguh tidak baik," ujarnya.

Oleh karena itu, pengendalian BBM bersubsidi benar-benar penting dilakukan dan perlu diperhatikan, karena tidak mendidik jika BBM bersubsidi justru dinikmati oleh yang tidak berhak menggunakannya.

"Kalau saya katakan itu (pemerintah akan naikkan kuota), saya salah karena itu persetujuan pemerintah dan DPR. Kalau DPR tidak setuju ya tidak jalan,” katanya.

Diakui, perlu ada penambahan kuota BBM subsidi apabila terjadi kelangkaan, karena kewajiban penambahan kuota tersebut merupakan bagian dari amanat UU APBN 2012.

Menurut dia, pemenuhan kuota BBM subsidi tersebut sudah menjadi kewajiban dalam Undang-Undang sehingga perlu diperhatikan. Jika suplai ternyata tidak mencukupi, maka berpotensi menimbulkan kerawanan sosial.

"(Pemenuhan) kuota adalah bagian dari UU APBN, sehingga kalau kuotanya kurang, maka kita harus menambah, melakukan pembahasan dengan dewan. Saya tetap beranggapan kalau tidak cukup, tetap harus menyuplai. Karena kalau tidak, social cost-nya tinggi," kata Hatta.

Dia meminta agar masyrakat tetap tenang menghadapi dengan makin menipisnya kuota BBM subsidi. "Walaupun kuota BBM subsidi 44,04 juta kilo liter tahun ini habis, pemerintah menjamin Pertamina tetap akan mensuplai premium dan solar ke SPBU.

Hatta mengaku merasa yakin bahwa DPR akan memahami jika terjadi over kuota. Karena, BBM bersubsidi diprediksi tanggal 22 Desember akan habis. "Yang saya sedih, karena terjadi penyimpangan itu," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik membatalkan 'Hari Tanpa BBM Bersubsidi' pada 2 Desember 2012 karena akan banyak kekisruhan apalagi manfaatnya yang hanya sedikit dirasakan.

"Kuota sudah menjelang habis yang 44 juta kilo liter itu. Tapi setelah dihitung kok buat Desember bisa kurang. Tapi kan rakyat nggak bisa dibilang kurang, harus ada. Maka ada gagasan sehari tanpa BBM bersubsidi. Setelah dihitung kalo sehari nggak banyak juga yang dihemat," kata Jero di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/11).

Menurut dia, masyarakat perlu mengetahui jika memang stok BBM bersubsidi terancam habis menjelang akhir tahun 2012 ini.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.