Ads Top

Renovasi Taman Alun-alun Dihentikan Sementara

Gubuk Tempat Pekerja Dipakai Pasangan Berpacaran
Ini adalah wajah Alun-alun Kota Tasikmalaya yang sekarang. Perbaikannya dihentikan sementara.
Laporan: Permana, Citapen



Rumput liar memenuhi halaman taman Alun-alun Kota Tasikmalaya. Meski tengah direnovasi, namun kondisinya masih kumuh. Tiang-tiang lampu taman kusam dan menghitam. Daun-daun pohon yang mati memenuhi sekitaran taman.
Teras taman yang terlihat masih baru juga dipenuhi dedaunan dan ranting pohon. Di sekitarnya juga masih terlihat sampah dan tumpukan batu kerikil bahan renovasi taman. Inilah kondisi alun-alun Kota Tasikmalaya saat ini, perbaikan taman belum selesai.
Meski demikian, setiap pagi, siang, sore, bahkan sampai malam hari, taman ini selalu dipenuhi para remaja atau anak baru gede (ABG) siswa SMP atau SMA. Lokasinya strategis jadi tempat nongkrong ABG karena tepat berada di tengah-tengah kota dan berdekatan dengan beberapa SMP. Ditambah saat ini taman kota itu memiliki tempat duduk untuk beristirahat bagi para pengunjungnya.
Meski renovasinya belum selesai 100 persen, namun taman kota itu kini terlihat lebih enak untuk dijadikan tempat nongkrong atau sekadar bermain. Menurut Tatang, salah seorang pedagang di sekitar alun-alun, pembangunan trek taman itu memang belum selesai. Sejak penutup taman itu dibuka beberapa hari lalu, tepatnya setelah tahun baru, masyarakat lebih banyak yang datang di sore hari untuk sekadar bermain.
“Sekarang mah banyak terus, sejak dibuka kemarin tahun baru. Dulu mah ini ditutup semua karena lagi perbaikan,” ujarnya.
Sayang, kata Tatang, di malam hari taman ini masih gelap. Padahal beberapa tiang lampu PJU tertancap di tengah lapangan, namun lampunya tidak menyala. Kondisi gelap di taman itu sering dimanfaatkan pasangan ABG atau remaja untuk berpacaran.
Di sudut taman terdapat sebuah gubuk kecil.
Menurut Tatang, gubuk awalnya adalah tempat istirahat para pekerja yang merenovasi taman beristirahat. Namun karena saat ini perbaikannya dihentikan sementara, maka gubuk itu menjadi kosong. Sering kali menurutnya, gubuk kecil berkuran sekitar 1x2 meter itu digunakan anak-anak punk atau gembel untuk beristirahat di malam hari. Kadang juga digunakan pasangan yang berpacaran.
“Sampai sekarang masih suka ada, tadi (kemarin) pagi juga. Ditambah sekarang mah suka ada anak punk tidur di saung sana. Malam masih suka ada orang pacaran. Lampunya gelap, masih belum dinyalakan sampai sekarang,” katanya sambil menunjuk sebuah gubuk kecil di dalam taman.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.